Kereta Argo Dwipangga : Fasilitas, Jadwal, & Harga Tiket

Argo Dwipangga (Sumber : Wikipedia)
Argo Dwipangga (Sumber : Wikipedia)
Daftar isi

Kereta Api Indonesia merupakan perusahaan yang mengelola transportasi kereta di Indonesia. Saat ini, PT. KAI sudah memiliki lebih dari 1000 kereta penumpang. Salah satunya adalah Kereta Api Argo Dwipangga. Seperti apa armada satu ini? Simak penjelasannya di bawah ini!

Sejarah Argo Dwipangga

Kereta Argo Dwipangga pertama kali diresmikan pada tanggal 21 April 1998 oleh Menteri Perhubungan Indonesia saat itu, yaitu Giri Suseno Hadihardjono. Kereta ini merupakan rangkaian kereta kelas spesial dengan kursi sebanyak 33 kursi dengan susunan 2–1. Posisi ini merupakan hasil perbaikan kereta untuk keluaran tahun 1950 maupun keluaran tahun-tahun setelahnya.

Pada masa-masa awal beroperasi, kereta ini sempat sepi peminat atau mengalami tingkat okupansi yang rendah. Oleh karena PT.KAI merubah layanan kelas spesial menjadi kelas eksekutif dan menggunakan nama “Argo Dwipangga” sebagai nama armada pada tanggal 5 Oktober 1998.

Kereta ini memiliki corak berwarna putih agak kekuningan seperti warna gading dengan sedikit warna abu-abu sebagai ciri khas Kereta Api Argo. Kereta satu ini mulai beroperasi menggunakan rangkaian kereta produksi PT. INKA pada bulan November 1998, tapi bagian gerbong makanan dan gerbong pembangkit kereta ini masih menggunakan buatan dari Depo Solo Balapan pada saat itu. 

Kereta api eksekutif satu ini juga pernah beroperasi menggunakan rangkaian bekas Kereta Api Argo Lawu produksi tahun 1996. Dahulu kereta ini memiliki ciri khas yang membedakannya dari kereta-kereta lainnya, yaitu logo Dwipangga berupa gambar gajah. Logo ini ada ketika kereta masih bernama Kereta Spesial sampai menjadi Kereta Eksekutif. Saat ini, logo tersebut sudah diubah menjadi logo kereta api pada umumnya.

Artikel Terkait

Kereta Api Argo Dwipangga kemudian beroperasi menggunakan Kereta Eksekutif yang sudah diperbarui melalui penyehatan kereta eksekutif produksi tahun 1984 dan 1986 dengan tambahan kaca yang berbentuk seperti kaca pesawat mulai tahun 2011, untuk kereta keluaran 1996 dan 1998 dimutasi ke Depo Kereta Yogyakarta yang kemudian digunakan untuk Kereta Api Taksaka. 

Kereta Api ini sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif terbaru produksi 2016 bersamaan dengan perjalanan reguler bersama Kereta Bima dan Kereta Argo Lawu. Kereta Api ini juga mulai melayani kereta Luxury pada tanggal 26 Mei 2019 dengan kursi berjumlah 26 kursi.

Kereta ini  melayani kelas Eksekutif dan Luxury dengan rute Solo Balapan menuju Gambir PP melalui jalur lintas Jawa (Purwokerto – Cirebon). Perjalanan yang ditempuh sejauh 573 km dengan waktu tempuh sekitar 7 jam 2 menit. Kereta ini menarik sembilan gerbong kelas eksekutif dan satu gerbong luxury. Nama Dwipangga berasal dari sebutan dari hewan tunggangan Dewa Indra yang berwujud gajah.      

Bagian dalam Kereta Argo Dwipangga (Sumber : Wikipedia)

Jadwal & Harga Tiket Argo Dwipangga

Kereta Dwipangga melayani pelayanan untuk kelas Eksekutif dan Luxury. Selain itu, juga terdapat armada tambahan dan armada tambahan priority. Berikut adalah jadwal, harga tiket dan rute Argo Dwipangga :

Argo Dwipangga No. 9

Stasiun PemberhentianKedatangan Keberangkatan
Solo Balapan (SLO) – 20.10
Klaten (KT)20.3220.34
Yogyakarta (YK)20.5420.59
Purwokerto (PWT) 22.4922.52
Cirebon (CN)00.3300.36
Gambir (GMR)03.10

Argo Dwipangga Tambahan No.59C

Stasiun PemberhentianKedatangan Keberangkatan
Solo Balapan (SLO) – 22.10
Klaten (KT)22.3522.37
Yogyakarta (YK)23.0023.04
Purwokerto (PWT)01.2601.35
Cirebon (CN)03.3203.37
Gambir (GMR)06.31

Argo Dwipangga Tambahan Priority No.59 CP

Stasiun PemberhentianKedatangan Keberangkatan
Solo Balapan (SLO) – 22.10
Klaten (KT)22.3522.37
Yogyakarta (YK)23.0023.04
Purwokerto (PWT)01.2601.35
Cirebon (CN)03.3203.37
Gambir (GMR)06.31

Argo Dwipangga No.10

Stasiun PemberhentianKedatangan Keberangkatan
Jakarta Gambir (GMR)08.50
Cirebon (CN)11.1511.18
Purwokerto (PWT)13.0913.12
Yogyakarta (YK)15.0115.04
Klaten (KT)15.2615.28
Solo Balapan (SLO) 15.54

Argo Dwipangga Tambahan No.60C

Stasiun PemberhentianKedatangan Keberangkatan
Jakarta Gambir (GMR)09.50
Cirebon (CN)12.5413.02
Purwokerto (PWT)15.1715.21
Yogyakarta (YK)17.4017.45
Klaten (KT)18.1018.12
Solo Balapan (SLO) 18.37

Argo Dwipangga Tambahan No.60 CP

Stasiun PemberhentianKedatangan Keberangkatan
Jakarta Gambir (GMR)09.50
Cirebon (CN)12.5413.02
Purwokerto (PWT)15.1715.21
Yogyakarta (YK)17.4017.45
Klaten (KT)18.1018.12
Solo Balapan (SLO) 18.37

Jika Anda tertarik untuk menggunakan kereta Dwipangga, harga kelas eksekutif biasa mulai dari Rp 420,000 – Rp 530,000. Selain itu armada ini juga memiliki armada tambahan dengan harga Rp 510,000. Untuk armada tambahan priority, harga tiketnya mencapai  Rp 735,000.

Fasilitas Kereta

Gerbong eksekutif satu ini memiliki tempat duduk yang bisa berputar. Gerbong ini memiliki kaca panorama dupleks dengan blinds serta lapisan laminasi isolator panas. Fasilitas yang tersedia dalam kereta ini meliputi toilet, meja lipat, alat pemadam api ringan, lampu baca, rem darurat, penyejuk udara, pengeras suara, peredam suara, bantal, selimut, dan Wi-Fi.

Baca Juga : Harga Tiket, Jadwal & Fasilitas Kereta Api Taksaka Luxury

Demikian adalah penjelasan Tiket Resmi mengenai sejarah, jadwal, dan fasilitas dari Kereta Argo Dwipangga. Semoga artikel ini membantu Anda untuk memilih teman perjalanan terbaik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *