Bus Double Decker, Transportasi Massal dengan Dua Tingkat

Bus Double Deck
Bus Double Deck (Sumber : Otodetik)
Daftar isi

Bus adalah salah satu kendaraan massal yang sering digunakan masyarakat dalam bepergian, baik sendiri atau rombongan. Seiring berjalannya waktu, bus mengalami perkembangan. Salah satunya adalah Bus Double Decker.

Bus jenis ini menjadi salah armada bus yang kerap digunakan sebagai bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Untuk informasi lebih lanjut, simak pembahasan di bawah ini!

Bus Double Decker, Bus dengan Dua Lantai

Bus Double Decker atau bus tingkat adalah bus yang memiliki dua lantai. Hal ini membuat bus dapat menampung penumpang dua kali lebih banyak daripada bus single deck atau bus lantai tunggal. Bus tingkat pertama kali berkembang di London, Inggris. Seiring berjalannya waktu, bus jenis ini kemudian juga digunakan di Singapura, Hongkong, Sri Langka, Jerman, dan Kanada.

Pada awal perkembangannya di Inggris, sopir bus berada di tempat terpisah. Penumpang naik dari bagian belakang bus, dan kondektur bertugas menarik tarif perjalanan. Kemudian, bus dimodifikasi sehingga sopir dan bus tidak berada pada tempat yang terpisah. Sopir juga bertugas untuk menarik tarif perjalanan dari penumpang, tapi metode ini memperlambat penumpang naik ke bus.

Pada awalnya, bus Double Decker memiliki atap terbuka, tapi karena alasan keamanan dan kemungkinan penumpang naik dari atas, maka bus tingkat dengan atap terbuka mulai diganti dengan atap yang tertutup untuk bus umum. Biasanya, bus tingkat dengan atap terbuka hanya untuk keperluan pariwisata, seperti mengelilingi kota bagi para turis.

Artikel Terkait

Sejarah Bus Double Decker di Indonesia

Bus Double Decker terkenal di Indonesia pada era 1980 – 1990 an. Bus ini dahulu hanya beroperasi di pusat ibu kota dan berjalan pada rute tertentu saja. 

Bus ini pertama kali hadir di Indonesia pada tahun 1968. Bus tingkat pertama yang ada di Indonesia berasal dari Leyland, pabrik truk dan bus yang terdapat di Inggris. Jenis bus ini adalah Leyland Titan dengan kode PD3-11.

Jenis Leyland Titan memiliki kaca yang melengkung serta terbuat dari fiberglass yang membuat sopir bus dapat melihat lebih luas. Dengan ukuran bus sepanjang 9 meter dan lebar sekitar 2,5 meter, mesin utama terdapat di bagian depan bus.

Jalur yang dilalui bus ini pada periode 1968-1982 adalah trayek Blok M-Salemba-Pasar Senen, yang pada saat itu berada dalam tanggung jawab Perusahaan Pengangkutan Djakarta atau PPD.

Setelah tahun 1983, bus tingkat generasi kedua hadir di Indonesia. Pabrik bus generasi kedua ini masih sama seperti sebelumnya, yaitu Leyland. Armada yang didapat Indonesia berasal dari hibah langsung dari pabrik Leyland serta beberapa yang berasal dari bus bekas milik Singapura.

Bus generasi kedua yang bernama Leyland Atlantea ini dapat menampung sampai 106 penumpang. Dengan ukuran sepanjang 10,2 meter, bus ini sudah dilengkapi dengan sistem power steering supaya manuver bus lebih baik.

Selain itu, bus Leyland Atlantea ini juga memiliki teknologi pintu otomatis yang dapat membuka dan menutup dengan sendirinya. Bus generasi ini mulai tersebar ke kota-kota di luar ibukota, seperti Semarang dan Surabaya. Untuk area luar Jakarta, pengelolaan bus dipegang oleh Perum Damri (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia).

Selain bus dari Leyland, Indonesia juga mendapat pasokan bus dari Volvo yang berasal dari Swedia pada dekade awal 1990. Bus produksi Volvo memiliki panjang sekitar 11,8 meter. Jika dibandingkan dengan Leyland, bus dari Volvo memiliki ukuran yang lebih panjang dan kapasitas penumpang yang lebih banyak.

Pada saat itu, Kementerian Perhubungan memesan sekitar 180 unit bus Volvo dengan harga per unitnya sebesar Rp 80 juta. Bus yang dipesan dalam bentuk terpisah dengan komponen yang lengkap untuk kemudian dirakit di Indonesia.

Bus Double Decker dari pabrik Volvo yang pernah beroperasi di Indonesia adalah jenis Volvo B55 Ailsa dengan kapasitas penumpang sebanyak 108 penumpang. Selain itu, juga terdapat satu unit bus Volvo B55s Triple Axle dengan panjang mencapai 11,8 meter dan kapasitas menampung 200 penumpang.

Bus Double Decker Jadul (Sumber : Damri)

Bus tingkat terakhir yang menghiasi jalanan kota Jakarta adalah P-67 yang melayani rute Senen-Blok M dan P 70 Blok M-Kota. Dua rute ini terkenal sebagai rute legendaris karena jalannya yang lurus sehingga memudahkan manuver bus besar itu. Selain dua rute tadi, juga terdapat beberapa rute, seperti  P 20 Blok M-Kalideres dan P 30A Harmoni-Pondok Kopi via Rawamangun dan Salemba, P 55 Pulogadung-Pasar Baru lewat Jalan Pemuda dan Jalan Pramuka.

Beberapa rute tersebut tidak diteruskan karena minimnya penumpang. Sampai akhirnya tersisa dua rute saja P 67 dan P 70. Bahkan, sisa bus tingkat yang masih ada meminjam nomor bus PPD P1 rute Blok M-Kota yang sebenarnya nomor untuk bus patas biasa.

Perlahan-lahan, operasi bus tingkat mulai menurun. Sampai pada akhirnya, perjalanan tingkat berhenti total karena kondisi armada yang sudah tua. Untuk melihat peninggalan bus-bus ini, anda dapat melihatnya di Museum Angkut atau Taman Mini Indonesia Indah.

Saat ini, terdapat beberapa bus Double Decker modern yang berfungsi sebagai bus antar kota antar provinsi yang melewati tol Trans Jawa. Jika dibandingkan dengan bus tingkat yang beroperasi di ibukota pada zaman dahulu, bus Double Decker AKAP ini mengutamakan kenyamanan dari penumpang ketika menempuh perjalanan yang jauh.

Daftar Bus Double Decker Indonesia

Berikut ini adalah beberapa perusahaan otobus (PO)  dan harga tiket bus Double Decker yang melewati tol Trans Jawa. 

1. Agra Mas 

PO Agra Mas menggunakan bus tingkat buatan Adiputro, dengan jenis Jetbus 2+ Super Double Decker (SDD). Bus milik PO Agra mas ini melayani trayek Magetan-Parung. Tarifnya dibedakan dari lantai yang dipilih, lantai bawah atau atas, dan tujuan.

Untuk tujuan Jawa Tengah seperti Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Magelang, Klaten, Yogyakarta, dan Temanggung, lantai memiliki harga Rp 210.000 dan lantai bawah memiliki harga Rp 310.000. Sedangkan tujuan Jawa Timur seperti Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan, lantai atas bertarif sebesar Rp 230.000 dan Rp 330.000 untuk tarif lantai bawah. 

2. Putera Mulya 

PO Putera Mulya menggunakan juga jenis Jetbus 2+ SDD produksi Adiputro. Namun, saat ini penampilan bud sudah diubah menjadi Jetbus 3+ SDD.

Putera Mulya melayani trayek Jabodetabek-Wonogiri. Harga lantai bawah yang memiliki nama Elegant class bertarif Rp 500.000, sedangkan lantai atas yang bernama First Executive Class bertarif Rp 400.000.

3. Garuda Mas 

PO Garuda Mas juga menggunakan bus Double Decker dari Adiputro dengan bodi Jetbus 2+ SDD. PO ini melayani trayek Jakarta-Purwodadi dengan tarif Rp 250.000.

4. Sinar Jaya 

PO Sinar Jaya melayani trayek Jakarta-Surabaya serta menggunakan bus bodi Jetbus 2+ SDD buatan Adiputro dengan tarif sebesar Rp 300.000.

5. Harapan Jaya

PO Harapan Jaya mempunyai beberapa unit bus double decker, yaitu Legacy SR2 Double Decker buatan Laksana, Avante D2 dari karoseri Tentrem, dan Jetbus 2+ SDD dari Adiputro. Harapan Jaya menyediakan dua kelas layanan, yaitu Super Luxury Executive dan Sleeper Seat. Sleeper Seat bertarif sebesar Rp 435.000 – Rp 490.000, sedangkan Super Luxury Executive bertarif sebesar Rp 315.000-Rp 415.000 tergantung tujuan anda.

6. Lorena 

PO Lorena memiliki armada double decker bodi Jetbus 2+ SDD dengan trayek menuju berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Tarif trayek bus double decker Lorena menyesuaikan dari seberapa jauh tujuannya. Kisaran tarif untuk bus ini mulai dari Rp 390.000-Rp 455.000.

 7. Rosalia Indah 

PO ini terkenal dengan sebutan Milenial Bus. Bus Double Decker Rosalia Indah menggunakan bodi bus tingkat dari Adiputro yang terbaru yaitu Jetbus 3+ SDD. Selain itu, ada juga armadanya yang menggunakan Legacy SR2 Double Decker buatan Laksana. Terdapat tiga kelas pelayanan pada armada double deckernya. Pertama, bus ini memiliki first class yang menggunakan sleeper seat, kemudian super top sdd dan executive plus sdd. Tarif untuk bus ini berkisar Rp 235.000-Rp 350.000.

8. Safari Dharma Raya

PO Safari Dharma Raya adalah PO yang hanya memiliki sedikit double decker, dan menggunakan bodi buatan Morodadi Prima dengan trayek Jakarta-Yogyakarta.

9. Nusantara

PO Nusantara adalah PO yang langka ditemui. PO ini memiliki bus tingkat yang menggunakan bodi Maxi Miracle buatan karoseri Nusantara Gemilang dengan trayek Kudus-Bogor.

Kelebihan Bus Double Decker

Bus tingkat atau double decker memiliki kelebihan tersendiri jika dibandingkan dengan bus single deck. Berikut adalah kelebihannya :

1. Kapasitas Penumpang

Bus tingkat memiliki kapasitas tempat duduk yang lebih banyak jika dibandingkan dengan bus single deck. Jika bus single deck dapat menampung sampai 60 penumpang, double decker dapat menampung sampai 120 penumpang. 

2. Sistem Keamanan

Sistem keamanan yang dimiliki double decker juga jauh lebih canggih. Contohnya adalah adanya sistem pengereman otomatis dan sistem untuk keadaan darurat ketika bus mengalami masalah dalam perjalanan.

3.  Lebih Nyaman

Karena mesinnya yang berbeda dari bus single deck, double deckers memiliki tingkat kenyamanan yang lebih dari single deckers. Bus terasa tidak bergetar dan lebih luas untuk bergerak. Meskipun jalanan tidak bagus, dengan double deckers guncangan tidak akan terasa.

4. Suara yang lebih lembut

Suara mesin double deckers terasa lebih lembut dan tidak terdengar bising bagi penumpang. Meskipun dengan kecepatan tinggi, penumpang tidak akan terganggu dengan suara mesin. 

5. Desainnya Yang Mewah

Selain fitur internal dari bus, double deckers juga memiliki desain yang mewah sehingga menciptakan kesan tersendiri bagi penumpang. Karena tampilan yang mewah, penumpang memiliki kepercayaan untuk menggunakan double deckers.

Bus Double Decker Modern (Sumber : TruckMagz)

Baca Juga : Info Suroboyo Bus: Update Tarif, Rute, dan Jadwal Perjalanan

Demikian penjelasan tentang sejarah, daftar penyedia, serta kelebihan bus double decker yang wajib anda ketahui. Penjelasan di atas dapat membantu anda untuk mencari referensi tentang double deckers. Tertarik untuk mencoba menempuh perjalanan dengan bus berlantai dua ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *