Apa Itu Kereta Maglev? Prinsip Kerja & Kelebihannya

Daftar isi

Transportasi massal telah mengalami evolusi seiring berkembangnya zaman. Perjalanan yang sebelumnya menempuh waktu berbulan-bulan dapat dipersingkat menjadi hanya beberapa minggu saja. Dari hitungan minggu menjadi hitungan jam. Para peneliti dan ahli terus memberikan inovasi untuk menciptakan transportasi yang mempersingkat waktu perjalanan serta memberikan kenyamanan pada penumpang. Salah satu inovasi kendaraan massal yang cukup menggemparkan pada masanya adalah Kereta Maglev.

Pada kesempatan kali ini, Tiket Resmi akan membahas tentang Kereta Maglev, kereta tercepat yang melaju tanpa menyentuh rel. Apa itu Kereta Maglev? bagaimana cara dan prinsip kerja kereta ini? Yuk simak pembahasan berikut ini!

Apa Itu Kereta Maglev?

Kereta Maglev adalah kereta yang bergerak dalam posisi terapung atau mengambang.  Nama Maglev sendiri berasal dari singkatan kata magnetically levitated trains.Kereta ini menggunakan gaya elektromagnetik, sehingga kereta dapat bergerak tanpa menyentuh rel.

Robert Goddard dan Emile Bachelet adalah penemu dari transportasi ini pada tahun 1969. Kedua penemu tersebut mengaplikasikan teknologi the Electromagnetic Levitation milik Eric Laithwaite untuk menciptakan Kereta Maglev. Kereta mulai digunakan secara komersial pada tahun 1984.

Kereta Maglev milik China (Sumber Tekno Tempo)

Kereta ini berfungsi untuk menjadi alat transportasi jarak jauh. Kecepatan kereta dapat menempuh sekitar 500 sampai 900 km/jam. Kecepatan tersebut sudah menyerupai kecepatan dari pesawat jet. 

Artikel Terkait

Sistem pengereman kereta juga sudah dikatakan mutakhir. Jarak pengereman kereta dari saat bergerak sampai titik henti bisa menjadi 10 km saja, dari awalnya yang memerlukan 16 km untuk berhenti. Pengereman menggunakan sistem anti kelistrikan, sistem anti getaran, sistem informasi penumpang serta komponen lainya. 

Kereta memanfaatkan magnet sebagai tenaga pendorong. Oleh karena gaya gesekan yang kecil dan gaya dorong yang besar, kereta dapat bergerak jauh lebih cepat dibanding kereta biasa.

Kereta ini sudah dikembangkan oleh beberapa negara seperti Tiongkok, Prancis, Jepang, Jerman, dan Amerika. Saat ini hanya baru ada dua jalur Maglev yang beroperasi, yaitu Linimo di Jepang dan Shanghai Transrapid di China.

Prinsip Kerja Kereta Maglev

Kereta Maglev yang dapat melaju super cepat menggunakan prinsip magnet yaitu Tolakan Magnet. Cara kerja Kereta Maglev memanfaatkan konsep dua kutub yang berbeda pada setiap sisi magnet. Kutub yang berlawanan akan saling menarik sedangkan kutub yang sama akan saling menolak. Sifat saling menolak inilah yang dimanfaatkan dalam Kereta Maglev.

Jalur Maglev berisi dengan kumparan atau loop berbahan konduktor yang akan dialiri arus listrik sehingga menciptakan medan magnet. Medang magnet yang berada pada sisi kiri dan kanan kereta tersebut yang membuat kereta tetap stabil dan tetap berada pada jalurnya.

Kumparan tersebut akan dialiri dengan arus listrik secara terus menerus sehingga menciptakan muatan berbeda dan menarik kereta ke depan. Gaya tolakan tersebut yang membuat kereta berjalan dengan cepat. 

Rel kereta ini tidak memakai magnet permanen. Gaya elektromagnetik digunakan untuk menciptakan magnet sementara yang berdaya besar dan kuat. Arus listrik menciptakan medan magnet di sekitar kumparan dan  sesuai dengan hukum Faraday, 

Jenis Kereta Maglev

Terdapat dua jenis utama dari Kereta Maglev, yaitu Electromagnetic Suspension dan Electrodynamic Suspension. Berikut adalah penjelasan dari setiap jenis kereta ini.

1. Electromagnetic Suspension (EMS)

Jenis kereta Electromagnetic Suspension (EMS) yang juga disebut sebagai Transrapid ini dikembangkan oleh Jerman. Bagian bawah kereta membungkus jalur kereta. Elektromagnet yang terpasang pada bagian bawah kereta diarahkan ke atas menuju jalur, yang mengangkat kereta setinggi 1/3 inci (sekitar 1 cm) di atas jalur dan membuat kereta tetap melayang bahkan saat tidak bergerak.

Magnet yang tertanam di badan kereta membuat kereta tetap stabil selama perjalanan. Jenis kereta ini dikatakan dapat mencapai kecepatan 300 mph. Pengembangan Transrapid berhenti pada tahun 2008 karena kecelakaan dan pembengkakan biaya yang sangat besar.

2. Electrodynamic Suspension (EDS)

Jepang mengembangkan jenis Kereta Maglev dengan sistem Electrodynamic Suspension yang berdasarkan gaya tolak-menolak magnet. Kereta jenis ini menggunakan elektromagnet superkonduktor berpendingin. 

Elektromagnetik jenis ini masih dapat mengalirkan listrik meskipun sumber daya dalam kondisi mati. Sistem ini dapat menghemat energi karena kumparannya memiliki pendingin. Jenis yang dikembangkan Jepang dapat mengambang setinggi 4 inchi (sekitar 10 cm) di atas rel. 

Kereta jenis EDS mencapai kecepatan 98 mph terlebih dahulu sebelum akhirnya melayang atau mengambang. Pada awal kereta dijalankan, kereta ini akan menggunakan roda karet sebelum akhirnya mengambang. Roda ini juga salah satu alternatif jika tiba-tiba listrik padam dan tidak ada aliran listrik.

Kelebihan & Kekurangan Kereta Maglev

Kereta jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut.

1. Kelebihan

Kereta ini dapat melayang di atas rel, sehingga tidak ada gesekan antara roda dan rel. Karena tidak ada gesekan, kereta dapat melaju jauh lebih cepat. Gesekan yang terjadi hanya gesekan udara.

Kendala ini juga sudah dapat diatasi dengan menciptakan desain yang aerodinamis. Selain itu, biaya perawatan kereta satu ini dapat dibilang lebih hemat dibanding jenis kereta api lainnya. Kereta biasa perlu untuk melakukan pengecekan rutin terhadap rel dan roda kereta sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.

2. Kekurangan

Kekurangan dari kereta ini adalah biaya pengadaannya yang mahal. Oleh karena biaya yang mahal itu, hanya sedikit negara yang sudah menggunakan kereta ini sebagai transportasi massal. Selain itu, kereta ini juga bising karena suaranya menyerupai pesawat jet yang menyebabkan polusi suara.

Baca Juga : Syarat Naik Kereta Terbaru 2021 Lengkap untuk Penumpang

Demikian penjelasan Tiket Resmi mengenai Kereta Maglev. Untuk saat ini, kereta jenis ini belum tersedia di Indonesia. Jika kalian ingin mencoba rasanya menaiki kereta ini, kalian bisa berkunjung ke China atau Jepang. Apakah kalian tertarik untuk naik Kereta melayang ini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *