Sejarah Kereta Uap, Asal Muasal Kereta Listrik Modern

Sejarah Kereta Uap, Asal Muasal Kereta Listrik Modern (Sumber : Unsplash)
Daftar isi

Kereta api adalah salah satu kendaraan darat yang sering digunakan masyarakat untuk bepergian. Selain karena harganya yang terjangkau, kereta juga bebas dari kemacetan karena memiliki jalurnya sendiri sehingga dapat mencapai tempat tujuan lebih cepat. Perkembangan teknologi membuat kereta mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Pada kesempatan kali ini, Tiketresmi akan membahas tentang kereta uap, yang menjadi cikal bakal dari kereta modern saat ini. Untuk mengetahui perkembangan tentang kereta lebih jauh lagi, simak pembahasan di bawah ini, yuk.

Penemuan Kereta Uap Pertama di Dunia

Sebelum penemuan lokomotif uap, konsep dari kereta sudah digunakan sejak dahulu kala oleh manusia peradaban kuno berupa gerobak yang bergerak ada sebuah jalur khusus dan kemungkinan ditarik oleh kuda atau manusia. Jalur-jalur ini ditemukan di dekat daerah peradaban kuno seperti Asyur, Persia, dan Babilonia. Gerobak ini berfungsi sebagai jalur penghubung antar pos perdagangan atau membawa batu untuk pembangunan.

Seiring berjalannya waktu, gerobak dengan jalur khusus ini juga digunakan sebagai alat transportasi, tapi masih ditarik oleh tenaga kuda atau manusia. Sampai pada akhirnya, Thomas Savery menemukan mesin tenaga uap pada tahun 1698. Mesin tenaga uap buatan Savery masih berfungsi sebagai alat untuk mengambil air.

Kemudian, James Watt dan William Murdoch menemukan mesin uap self-propelled. Mesin ini belum berbentuk sebuah lokomotif yang dapat menarik gerobak. Penemuan ini disempurnakan oleh Richard Trevithick. Ia berhasil membuat lokomotif uap pertama di dunia dengan cara memanfaatkan uap bertekanan tinggi.

Richard Trevithick (Sumber : Wikipedia)

Kereta uap buatan Richard Trevithick memulai perjalanan pertama pada tanggal 21 Februari 1804 dengan menarik 5 gerbong yang berisi 70 penumpang dan 10 ton besi. Penemuan Richard Trevithick  masih belum dikenali pada saat itu karena masih banyaknya kekurangan pada desain yang dibuat Trevithick.

Artikel Terkait

Richard Trevithick membuat lokomotif uap pertama pada malam natal tahun 1801 yang ia coba kendarai di atas bukit Camborne, Cornwall. Lalu, kereta kedua dibuat pada tahun 1803 untuk mengelilingi London. 

Sejarah Kereta Uap di Indonesia

Kereta uap Indonesia dibuat pertama kali pada tahun 1867 di Semarang. Kereta api ini adalah permintaan dari Raja Willem I untuk membantu keperluan militer atau mengangkut hasil bumi ke Semarang. Pemerintah kolonial Belanda kemudian membangun banyak jalur kereta api untuk melakukan pengiriman hasil bumi yang pada akhirnya akan menuju pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Priok Jakarta.

Indonesia tidak memiliki lokomotif super besar seperti Big Boy, Northern, atau Challenger. Indonesia hanya pernah mengoperasikan kereta uap yang ditarik oleh Lokomotif DD51, DD52, dan DD50 di jalur sepur sempit 1.067 mm. Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api Indonesia saat itu, juga pernah memesan lokomotif Mallet generasi ketiga, keempat dan kelima dari American Locomotive Company (ALCO) untuk beroperasi di Indonesia pada tahun 1916 sampai 1923. Pembelian lokomotif dari ALCO terus berlangsung sampai kemudian berhenti pada tahun 1923.

Kereta uap bergigi hanya ada 2 di Indonesia, yaitu kereta uap Ambarawa dan kereta uap Sumatera Barat. Kereta bergigi adalah kereta yang ditarik oleh lokomotif khusus yang bertujuan untuk melalui jalur di daerah pegunungan dengan tingkat kemiringan rel sebesar 6%. Kedua lokomotif khusus ini bertugas untuk membawa batu bara dari Sawahlunto dan Ombilin menuju Pelabuhan Teluk Bayur pada saat masih beroperasi. Saat ini kedua lokomotif bergigi ini beroperasi sebagai kereta wisata di Ambarawa dan Sumatera Barat.

Depo lokomotif uap awalnya hampir ada di seluruh stasiun Indonesia. Sedangkan bengkelnya ada di Madiun, Surabaya, dan Yogyakarta. Setelah lokomotif diesel masuk ke Indonesia, Madiun menjadi bengkel pusat lokomotif menggantikan bengkel yang ada di Pengok. Lokasi ini kemudian menjadi pusat dari PT. Industri Kereta Api (PT. INKA). 

Pemerintah melakukan impor kereta uap terakhir pada tahun 1950 sejumlah 100 buah dari pabrik Fried Krupp Jerman. Lokomotif impor ini memiliki tenaga yang sangat kuat  dan digunakan sebagai alat transportasi, pengangkutan barang sampai pengangkutan batu bara. 30 tahun lokomotif ini beroperasi sampai akhirnya beralih ke lokomotif diesel.

Beberapa lokomotif uap yang sudah tidak dipakai lagi kemudian dibawa ke Ambarawa dan Taman Mini untuk dipajang di museum. Bagi kalian penggemar kereta, kalian dapat mengunjungi beberapa museum yang tersebar di Indonesia seperti Museum kereta api Bondowoso, Museum kereta api Ambarawa, Taman Mini, atau Museum kereta api Sawahlunto.

Cara Kerja Kereta Uap

Cara kerja dari kereta uap adalah dengan mengalirkan air dari ketel uap ke ruang piston. Uap air akan masuk dan memberi tekanan pada piston supaya bergerak seiring uap air didorong keluar dari ruang piston. Piston menggerakkan roda roda menggunakan mekanisme gerakan maju-mundur ke gerak putar.

Lokomotif uap dilengkapi dengan tender yang berfungsi sebagai tempat perbekalan untuk  menyalakan kereta uap berupa tempat kayu bakar, batu bara, dan wadah air. Pada umumnya tender berada di dalam lokomotif kecil tetapi setelah tahun 1900, tender dibuat terpisah dari lokomotif.

Tender Kereta Uap (Sumber : Wikipedia)

Pada abad 19, kereta uap mencapai puncak popularitasnya sehingga membuatnya memiliki berbagai jenis lokomotif, seperti :

  • Lokomotif jenis Garrat, lokomotif ini menggunakan roda penggerak yang berada di bawah tender depan dan tender belakang. Pembuat sistem ini adalah Herbert William Garrat, seorang insinyur asal Inggris. Sistem Garrat sering digunakan di Burma, India, Iran, Turki, Belanda, Spanyol, Inggris, USSR,  Zimbabwe, Kenya, Algeria, Argentina dan Brazil.
  • Lokomotif jenis Mallet, lokomotif ini menggunakan roda penggerak di bagian bawah tungku dan roda penggerak depan yang mendapat tekanan tinggi kemudian akan disalurkan ke roda belakang. Roda penggerak jeni Mallet dapat berbelok mengikuti belokan yang ada di rel. Sistem ini dipakai di Amerika, Hindia Belanda, dan Eropa. Lokomotif ini dibuat oleh Anatole Mallet asal Swiss.
  • Lokomotif jenis Meyer, lokomotif jenis ini menggunakan roda di bawah tungku, dan roda penggerak mendapat tekanan yang sama. Penemu lokomotif ini adalah Jean-Jacques Meyer pada tahun 1868. Sering dipakai juga di Hindia Belanda, Amerika, dan Eropa.

Perkembangan Kereta Uap Menjadi Kereta Listrik dan Diesel

Perkembangan kereta api yang kita kenal saat ini berasal dari kereta uap yang pertama kali dibuat Richard Trevithick pada tahun 1804. Setelah kereta uap hadir, kereta jenis lain muncul dalam masyarakat. Robert Davidson memperkenalkan kereta listrik pertamanya pada tahun 1837. Meskipun namanya kereta listrik, kereta ini masih memanfaatkan tenaga baterai. Davidson kemudian membuat kereta listrik lebih besar yang diberi nama Galvani. Kereta Galvani dapat menampung beban seberat 6 ton dan kecepatan sekitar 6 km/jam.

Inovasi kereta lain mulai muncul lagi ketika mesin diesel ditemukan. Rancangan kereta dengan tenaga diesel dibuat oleh William Dent Priestman, kemudian rancangan mesin ini disempurnakan menjadi mesin dengan dua poros pada 1894. Tahun 1906, Rudolf Diesel, Adolf Klose, dan produsen Gebruder Sulzer membuat lokomotif tenaga diesel. Kereta diesel pertama kali beroperasi di jalur kereta api Winterthur Swiss pada tahun 1912.

Baca Juga : Apa Itu Kereta Maglev? Prinsip Kerja & Kelebihannya

Kereta uap jaman dulu memang menjadi alat transportasi darat terbaik, tapi seiring berjalannya waktu kereta menjadi jauh lebih modern dan lebih cepat. Demikian penjelasan Tiketresmi mengenai sejarah, dan perkembangan kereta uap Indonesia. Semoga penjelasan ini bermanfaat. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *